(وَ) الْمَقَالَةُ الْحَادِيَةَ عَشْرَةَ (عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: [الصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّينِ) أَيْ أَصْلُهُ فَقِوَامُ الدِّينِ لَيْسَ إِلَّا بِهَا كَمَا أَنَّ الْبَيْتَ لَا يَقُومُ إِلَّا عَلَى عَمُودِهِ فَهِيَ تَحْقِيقٌ لِلْعُبُودِيَّةِ وَأَدَاءٌ لِحَقِّ الرُّبُوبِيَّةِ وَجَمِيْعِ الْعِبَادَاتِ وَسَائِلُ إلَى تَحْقِيقِ سِرِّهَا (وَالصَّمْتُ أَفْضَلُ)، قَالَ ﷺ: [الصَّمْتُ أَرْفَعُ الْعِبَادَةِ] رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ. أَيْ السُّكُوتُ عَمَّا لَا يَنْفَعُ فِى الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَتَرْكُ الرَّدِّ عَلَى مَنْ اِعْتَدَى مِنْ أَرْفَعِ أَنْوَاعِ الْعِبَادَةِ، فَإِنَّ أَكْثَرَ الْخَطَايَا مِنَ اللِّسَانِ، أَمَّا إذَا كَانَ الْإِنْسَانُ خَالِيًا عَنْ النَّاسِ فَلَا يَكُونُ سُكُوتُهُ مِنَ الْعِبَادَةِ.
Maqolah yang ke sebelas (Dari Nabi ﷺ Sesungguhnya Nabi bersabda: [Sholat adalah tiang agama) Maksudnya pangkalnya agama. Maka tegaknya agama itu tidak ada kecuali dengan sholat sebagaimana sesungguhnya rumah itu tidak akan bisa berdiri kecuali dengan tiang rumah Maka sholat adalah perwujudan untuk ibadah dan pelaksanaan pada hak-hak ketuhanan dan seluruh ibadah itu menjadi sarana menuju perwujudan dari rahasia sholat. (Dan tidak berkata-kata itu lebih utama) Telah berkata ﷺ: [Tidak berkata-kata adalah setinggi-tingginya ibadah] Telah meriwayatkan hadits ini Imam Ad-Dailami dari Abu Huroiroh Radhiallahu Anhu. Maksudnya diam dari perkara yang tidak bermanfaat dalam urusan agama dan dunia dan meninggalkan dari menjawab kepada orang yang dzolim adalah sebagian dari setinggi-tingginya warna ibadah. Karena sesungguhnya paling banyaknya kesalahan itu dari lisan. Adapun ketika ada manusia yang sepi dari manusia maka tidak menjadi diamnya orang itu bagian dari ibadah.
(وَالصَّدَقَةُ تُطْفِىءُ غَضَبَ الرَّبِّ، وَالصَّمْتُ أَفْضَلُ) قَالَ ﷺ: [الصَّمْتُ زَيْنٌ لِلْعَالِمِ وَسِتْرٌ لِلْجَاهِلِ] رَوَاهُ أَبُو الشَّيْخِ عَنْ مُحْرِزٍ وَذَلِكَ لِمَا فِي الصَّمْتِ مِنَ الْوَقَارِ، أَيْ الرَّزَانَةِ الْمُنَاسِبَةِ لِحَقِّ الْعِلْمِ وَلِأَنَّ الْمَرْءَ جَهْلُهُ مَسْتُورٌ مَا لَمْ يَتَكَلَّمْ.
(Shodaqoh itu bisa memadamkan murkanya Allah dan diam itu lebih utama) Telah bersabda Nabi ﷺ: [Diam adalah perhiasan bagi orang alim dan penutup untuk orang-orang bodoh] Telah meriwayatkan hadits ini Abu Syaikh dari Muhriz dan hal itu karena perkara yang ada sebab diam nyatanya wibawa maksudnya ketenangan hati yang sesuai dengan kebenaran ilmu dan karena sesungguhnya seseorang itu kebodohannya tertutup selama ia tidak berbicara.
(وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ) أَيْ وِقَايَةٌ (مِنَ النَّارِ، وَالصَّمْتُ أَفْضَلُ) قَالَ ﷺ: [الصَّمْتُ سَيِّدُ الْأَخْلَاقِ] رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ عَنْ أَنَسٍ، أَيْ السُّكُوتُ عَمَّا لَا ثَوَابَ فِيهِ سَيِّدُ الْأَخْلَاقِ الْحَسَنَةِ لِسَلَامَةِ صَاحِبِهِ مِنَ الْغِيبَةِ وَنَحْوِهَا. أَمَّا الِاشْتِغَالُ بِمَا فِيهِ ثَوَابٌ مِنْ نَحْوِ ذِكْرٍ وَقِرَاءَةِ قُرْآنٍ وَعِلْمٍ فَهُوَ أَفْضَلُ مِنَ الصَّمْتِ.
(Puasa adalah benteng) Maksudnya pelindung (Dari neraka dan diam itu lebih utama) Telah bersabda ﷺ: [Diam adalah pimpinan akhlak] Telah meriwayatkan hadits ini Imam Ad-Dailami dari Anas. Maksudnya diam dari perkara yang tidak mengandung pahala di dalamnya adalah pimpinan akhlak yang baik karena selamatnya orang yang mempunyai diam dari gibah dan seumpama gibah. Adapun sibuk dengan perkara yang di dalamnya ada pahala dari seumpama dzikir dan membaca Al-Qur'an dan membaca ilmu maka hal itu lebih utama dibandingkan diam.
(وَالْجِهَادُ سَنَامُ الدِّينِ) أَيْ أَعْلَاهُ إِنْ تَعَيَّنَ وَذَلِكَ أَنَّ الْجِهَادَ يُعْلَمُ مِنْ مَحَلٍّ بَعِيدٍ كَمَا أَنَّ سَنَامَ الْإِبِلِ يُرَى مِنْ بَعِيدٍ (وَالصَّمْتُ أَفْضَلُ]) قَالَ ﷺ: [الصَّمْتُ حِكَمٌ وَقَلِيلُ فَاعِلُهُ] رَوَاهُ الْقُضَاعِيُّ عَنْ أَنَسٍ وَالدَّيْلَمِيِّ عَنْ ابْنِ عُمَرَ، أَيْ الصَّمْتُ حِكْمَةٌ، أَيْ نَافِعٌ يَمْنَعُ مِنَ الْجَهْلِ وَقَلَّ مَنْ يَصْمُتُ عَمَّا لَا فَائِدَةَ فِيهِ وَمَنْ يَمْنَعُ نَفْسَهُ عَنِ النُّطْقِ بِمَا يُشِيْنُهُ. وَمِنْ ثَمَّ قِيلَ: [مِنْ بَحْرِ الْخَفِيفِ]
(Dan jihad adalah puncak agama) Maksudnya yang tertinggi dari agama jika sudah wajib dan hal itu sesungguhnya jihad bisa diketahui dari tempat yang jauh sebagaimana sesungguhnya punuk unta bisa dilihat dari kejauhan (Dan diam itu lebih utama) Telah bersabda Nabi ﷺ: [Diam merupakan hikmah dan sangat sedikit orang yang melakukannya] Telah meriwayatkan hadits ini Imam Al-Qudho'i dari Anas dan Imam Ad-Dailami dari Ibnu Umar. Maksudnya diam adalah kebijaksanaan maksudnya yang bermanfaat yang bisa mencegah dari kebodohan dan sedikit orang yang bisa diam dari perkara yang tidak mengandung faedah di dalamnya dan sedikit orang yang bisa mencegah pada dirinya sendiri darii berucap atas perkara yang akan mempermalukan dirinya. Oleh karena itulah dikatakan: [Dari Bahar Khofif]
| َقَدْ فَرَشْتَ الْفُضُولَ عَرْضًا وَطُولًا | * | يَا كَثِيرَ الْفُضُولِ قَصِّرْ قَلِيلًا |
| فَاسْكُتِ الْآنَ إِنْ أَرَدْتَ جَمِيلًا | * | قَدْ أَخَذْتَ مِنَ الْقَبِيحِ بِحَظٍّ |
| ًWahai orang yang banyak bicara kurangilah ucapanmu sedikit | * | Sungguh kau telah menyebarkan ucapan itu dengan mengemukakan dan melebih-lebihkan |
| Sungguh kau telah mengambil dari keburukan sebagai jatah | * | Maka diamlah sekarang juga jika engkau mengharapkan keindahan |
وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ تُجَاهِدَ نَفْسَكَ وَهَوَاكَ فِي ذَاتِ اللَّهِ]رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ.
Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Paling utamanya jihad adalah engkau memerangi dirimu dan hawa nafsumu di dalam meraih ridho Allah] Telah meriwayatkan hadits ini Imam Ad-Dailami.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi