(وَ) الْمَقَالَةُ الْأَرْبَعُونَ (عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا حِينَ سُئِلَ: مَا خَيْرُ الْأَيَّامِ وَمَا خَيْرُ الشُّهُورِ وَمَا خَيْرُ الْأَعْمَالِ؟ فَقَالَ) أَيْ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ (خَيْرُ الْأَيَّامِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ) لِأَنَّهُ سَيِّدُ الْأَيَّامِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى لِهَذِهِ الْأُمَّةِ الْمُحَمَّدِيَّةِ (وَخَيْرُ الشُّهُورِ شَهْرُ رَمَضَانَ) لِأَنَّهُ أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ وَفِيهِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ وَفِيهِ الصِّيَامُ الْوَاجِبُ وَلِأَنَّ ثَوَابَ النَّفْلِ فِيهِ كَثَوَابِ الْفَرْضِ.
Maqolah yang ke empat puluh (Dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma ketika ia ditanya: Apa sebaik-baiknya hari dan apa sebaik-baiknya bulan dan apa sebaik-baiknya amal? Maka ia berkata) Maksudnya Abdullah Bin Abbas (Sebaik-baiknya hari adalah hari Jum'at) Karena sesungguhnya hari Jum'at adalah tuannya hari Allah telah memberikan hari jumat untuk umat Nabi Muhammad ini (Dan sebaik-baiknya bulan adalah bulan Ramadhan) Karena sesungguhnya diturunkan di bulan Ramadhan Al-Qur'an dan di turunkan di bulan Ramadhan Lailatul Qodar dan di bulan Ramadhan diturunkan Puasa yang wajib dan karena sesungguhnya pahala amalan sunah di bulan Ramadhan itu seperti pahala amalan fardhu.
قَالَ أَبُو بَكْرٍ الْوَرَّاقُ: شَهْرُ رَجَبٍ شَهْرِ الزَّرْعِ وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حَصَادِ ذَلِكَ الزَّرْعِ.
Telah berkata Abu Bakar Al-Warroq: Bulan Rajab adalah bulan bercocok tanam dan bulan Sya'ban adalah bulan mengairi tanaman dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman itu.
(وَخَيْرُ الْأَعْمَالِ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ لِوَقْتِهَا) فَإِنَّهَا أَبْوَابُ الْأَعْمَالِ فَإِذَا فُتِحَتْ الصَّلَوَاتُ فُتِحَتْ سَائِرُ الْأَعْمَالِ وَإِذَا سُدَّتْ سُدَّتْ.
(Dan sebaik-baiknya amal adalah sholat yang lima waktu pada waktunya) Karena sesungguhnya sholat yang lima waktu adalah pintu-pintu berbagai amal. Ketika dibuka sholat lima waktu maka pasti terbuka sesisanya dari berbagai amal dan ketika dikunci maka pasti terkunci.
(فَمَاتَ ابْنُ عَبَّاسٍ) رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا (فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ) أَيْ وَهُوَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ (فَمَضَى عَلَى ذَلِكَ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ، فَبَلَغَ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ) وَكَرَّمَ وَجْهَهُ (أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا سُئِلَ عَنْ ذَلِكَ) أَيْ الْمَسَائِلِ الثَّلَاثِ (فَأَجَابَ بِكَذَا) أَيْ بِذَلِكَ الْجَوَابِ الْمَذْكُورِ (فَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ) وَكَرَّمَ وَجْهَهُ: (لَوْ سُئِلَ الْعُلَمَاءُ وَالْحُكَمَاءُ وَالْفُقَهَاءُ مِنَ الْمَشْرِقِ إلَى الْمَغْرِبِ) عَنْ تِلْكَ الْمَسَائِلِ الثَّلَاثِ (لَأَجَابُوا بِمِثْلِ مَا أَجَابَ بِهِ ابْنُ عَبَّاسٍ، إلَّا أَنِّي أَقُولُ) فِي جَوَابِ ذَلِكَ (إنَّ خَيْرَ الْأَعْمَالِ مَا يَقْبَلُ اللَّهُ تَعَالَى مِنْكَ) سَوَاءٌ كَانَتْ قَلِيلَةً أَوْ كَثِيرَةً (وَخَيْرُ الشُّهُورِ مَا تَتُوبُ فِيهِ إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا).
(Kemudian Ibnu Abbas mati) Radhiallahu Anhuma (Di hari itu) Maksudnya yaitu hari Jumat (Kemudian berlalu atas kematian Ibnu Abbas tiga hari, kemudian sampailah kepada Ali Radhiallahu Anhu) Wakarrama Wajhahu (Sesungguhnya Ibnu Abbas telah ditanya tentang hal itu) Maksudnya pertanyaan yang tiga (Kemudian Ibnu Abbas menjawab begitu) Maksudnya dengan jawaban itu yang telah disebutkan (Kemudian berkata Ali Radhiallahu Anhu) Wakarrama Wajhahu (Jika ditanya para Ulama dan Hukama dan Fuqoha dari timur sampai ke barat) Tentang pertanyaan itu yang tiga (Pasti mereka akan menjawab dengan semisal jawaban yang telah menjawab atas hal itu Ibnu Abbas, Kecuali sesungguhnya aku akan berkata) Dalam menjawab pertanyaan itu (Sesungguhnya sebaik-baiknya amal adalah amalan yang telah menerima pada amalan itu Allah Ta'ala darimu) Sama saja adanya amalan itu sedikit atau banyak (Dan sebaik-baiknya bulan adalah bulan engkau bertaubat di bulan itu kepada Allah dengan taubat nasuha).
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: التَّوْبَةُ النَّصُوحُ النَّدَمُ بِالْقَلْبِ وَالِاسْتِغْفَارُ بِاللِّسَانِ وَالْإِقْلَاعُ بِالْبَدَنِ وَالْإِضْمَارُ عَلَى أَنْ لَا يَعُودَ إلَى مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ. وَقِيلَ: التَّوْبَةُ النَّصُوحُ أَنْ لَا يَبْقَى عَلَى عَمَلِهِ أَثَرٌ مِنَ الْمَعْصِيَةِ سِرًّا وَجَهْرًا. وَقِيلَ: هِيَ الَّتِي تُورِثُ صَاحِبَهَا الْفَلَاحَ عَاجِلًا وَآجِلًا. (وَخَيْرُ الْأَيَّامِ مَا تَخْرُجُ فِيهِ مِنَ الدَّنِّیا إلْی اللَّهُ) تَعَالَی بِالْمَوْتِ (مُؤْمِنًا بِاللَّهِ، وَقَالَ الشَّاعِرُ: [مِنْ بَحْرِ الْبَسِيطِ]
Telah berkata Ibnu Abbas: Taubat Nasuha adalah penyesalan dalam hati dan memohon ampun dengan lisan dan menahan dengan badan dan bertekad tidak akan mengulangi pada perkara yang telah melarangnya Allah dari hal itu. dan dikatakan: Taubatan Nasuha adalah tidak tersisa dari amalnya orang itu bekas dari kemaksiatan baik secara tersembunyi atau terang-terangan. Dan dikatakan: Taubatan Nasuha adalah taubat yang mewariskan pada orang yang memilikinya sebuah kebahagiaan di dunia dan di akhirat (Dan sebaik-baiknya hari adalah hari engkau keluar di hari itu dari dunia menuju Allah) Ta'ala sebab mati (Dalam keadaan iman kepada Allah. Telah berkata seorang penyair dari [Bahar Basit]
| وَنَحْنُ نَلْعَبُ فِي سِرٍّ وَإِعْلَانٍ | * | مَا تَرَى كَيْفَ يُبَلِّيْنَا الْجَدِيدَانِ |
| فَإِنَّ أَوْطَانَهَا لَيْسَتْ بِأَوْطَانٍ | * | لَا تَرْكَنَنَّ إِلَى الدُّنْيَا وَزُخْرُفِهَا |
| تَغْرُرْكَ كَثْرَةُ أَصْحَابٍ وَإِخْوَانٍ) | * | وَاعْمَلْ لِنَفْسِكَ مِنْ قَبْلِ الْمَمَاتِ فَلَا |
| Apakah kamu melihat bagaimana menghancurkan kita siang dan malam | * | Sedangkan kita masih bermain-main dalam rahasia maupun terang-terangan |
| Jangan sekali-kali kamu condong pada kesenangan dunia dan perhiasan dunia | * | Karena sesungguhnya tanah air dunia bukanlah tanah air yang sebenarnya |
| Dan beramallah kamu untuk kepentingan dirimu sebelum mati maka jangan | * | sampai menipu kepadamu banyaknya sahabat dan banyaknya saudara |
قَوْلُهُ: كَيْفَ يُبَلِّيْنَا الْجَدِيدَانِ أَيْ يُفْنِيْنَا اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ، وَهَذِهِ الْأَبْيَاتُ السَّبْعَةُ مِنْ بَحْرِ الْوَافِرِ تُنْسَبُ لِلْإِمَامِ الْغَزَالِيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى:
Ucapan lafadz: كَيْفَ يُبَلِّيْنَا الْجَدِيدَانِ Maksudnya bagaimana menghancurkan kita waktu siang dan malam, dan tujuh bait berikut ini dari bahar wafir yang dinisbatkan kepada Imam Al-Ghozali Rahimahullahu Ta'ala:
| وَيُسْمَعُ مِنْكَ قَوْلُكَ فِى الْمَقَالِ | * | أَتَطْلُبُ أَنْ تَكُونَ كَثِيرَ مَالٍ |
| تُسَرُّ بِهِ وَمِنْ كُلِّ الرِّجَالِ | * | وَمِنْ كُلِّ النِّسَاءِ تُرَى وِدَادًا |
| مُهَابًا مُكْرَمًا وَكَثِيْرَ مَالٍ | * | وَيَأْتِيْكَ الْغِنَا وَتُرَى سَعِيدًا |
| مِنَ الْأَعْدَاءِ وَمِمَّنْ كَانَ وَالِيًّ | * | وَتُكْفَى كُلَّ حَادِثَةٍ وَمَکْرٍ |
| مُكَمَّلَةً عَلَى مَرِّ اللَّيَالِي | * | فَقُلْ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ أَلْفًا |
| أَشَرْتُ إِلَيْهِ مُرَخِّصَ كُلِّ غَالٍّ | * | بِلَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِنَّ فِي مَا |
| فَفِيهِ تَبْلُغُ الرُّتَبَ الْعَوَالِيَ | * | فَلَازِمْ مَا ذَكَرْتُ وَلَا تَدَعْهُ |
| Apakah kamu mencari supaya kamu menjadi orang yang banyak harta | * | Dan didengar darikamu ucapan ucapanmu dalam berkata |
| Dan dari setiap kaum wanita kamu terlihat disenangi | * | Kamu dibahagiakan oleh kaum wanita dan dari setiap kaum lelaki |
| Dan didatangkan kepadamu kekayaan dan kamu terlihat bahagia | * | berwibawa dan dimulyakan dan banyak hartanya |
| Dan dihindarkan dari setiap bencana dan tipuan | * | Dari musuh-musuh dan dari orang yang menjadi penguasa |
| Maka bacalah Yaa Hayyu Yaa Qoyyum seribu kali | * | Disempurnakan atas berlalunya setiap malam |
| Di waktu malam atau diwaktu siang. Sesungguhnya di dalam amalan-amalan | * | Yang telah aku tunjukkan pada amalan itu bisa membuat murah segala yang mahal |
| Maka kamu harus membiasakan pada amalan yang telah aku sebutkan dan janganlah kamu meninggalkannya | * | Maka sebab amalan itu kamu akan sampai pada derajat yang tinggi |
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi