(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّلَاثُوْنَ (قَالَ) أَيْ الشِّبْلِيُّ (لَوْ ذُقْتُمْ حَلَاوَةَ الْوُصْلَةِ) أَيْ الْقُرْبِ مَعَ اللّٰهِ تَعَالَى (لَعَرَفْتُمْ مَرَارَةَ الْقَطِيْعَةِ) أَيْ الْبُعْدِ عَنْهُ تَعَالَى، فَإِنَّهُ عَذَابٌ عَظِيْمٌ عِنْدَ أَهْلِ اللّٰهِ تَعَالَى. وَكَانَ مِنْ دُعَائِهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "اللّٰهُمَّ اُرْزُقْنِيْ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَالشَّوْقِ إِلَى لِقَائِكَ".
Maqolah yang ke tiga puluh (Telah berkata) Maksudnya Imam As-Syibli (Jika kalian mencicipi manisnya wushul) Maksudnya dekat dengan Allah (Pasti kalian akan mengetahui pahitnya terputus) Maksudnya jauh dari Allah Ta'ala, Karena sesungguhnya terputus dari Allah adalah adab yang sangat besar menurut wali-wali Allah Ta'ala. Ada dari sebagian doa-doa Nabi ﷺ : "Ya Allah semoga Engkau memberikan rizqi kepadaku nikmatnya memandang pada dzatmu yang mulia dan nikmatnya rindu untuk bertemu kepadamu".
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi