Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 2 Maqolah 17 : Dua Perkara, Untung dan Celaka
(وَ) الْمَقَالَةُ السَّابِعَةَ عَشْرَةَ (قِيلَ: طُوبَى) أَيْ الْخَيْرُ الْكَثِيرُ (لِمَنْ كَانَ عَقْلُهُ أَمِيرًا) بِأَنْ يَقْتَدِيَ بِمُرَادِ عَقْلِهِ الْكَامِلِ (وَهَوَاهُ) أَيْ مَيْلَانُ نَفْسِهِ إِلَى مَا لَاتَشْتَهِيهِ مِنْ غَيْرِ دَاعِيَةِ الشَّرْعِ (أَسِيرًا) أَيْ مَمْنُوعًا مِنْ ذَلِكَ (وَوَيْلٌ) أَيْ هَلَاكٌ شَدِيدٌ (لِمَنْ كَانَ هَوَاهُ أَمِيرًا) بِأَنْ أَرْسَلَهَا إِلَى مُشْتَهَيَاتِهَا (وَعَقْلُهُ أَسِيرًا) أَيْ مَمْنُوعًا مِنْ نَحْوِ التَّفَكُّرِ فِي نِعَمِ اللَّهِ تَعَالَى وَفَى عَظَمَتِهِ تَعَالَى.
Maqolah yang ke tujuh belas (Dikatakan: Kebahagiaan) Maksudnya kebaikan yang banyak (Bagi orang yang akalnya menjadi pemimpin) Dengan mengikuti pada keinginan akal yang sempurna (Sedangkan hawa nafsunya) Maksudnya kecondongan dirinya pada perkara yang tidak menginginkan nafsunya pada perkara itu dari selain ajakan syariat (Dipenjara) Maksudnya yang dicegah dari kecondongan nafsu. (Celaka) Maksudnya celaka yang sangat (Bagi orang yang hawa nafsunya menjadi pemimpin) Dengan mengutus hawa nafsunya pada perkara yang menjadi kesenangan hawa nafsunya (Sedangkan akalnya dipenjara) Maksudnya akalnya dicegah dari semisal tafakur tentang nikmat-nikmat Allah dan tentang keagungan Allah Taala.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi