(وَ) الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةَ عَشْرَةَ (عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي قَوْله تَعَالَى : "ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ" قَالَ :) أَيْ أَبُو بَكْرٍ فِي تَفْسِيرِ ذَلِكَ (الْبَرُّ هُوَ اللِّسَانُ وَاالْبَحْرُ هُوَ الْقَلْبُ فَإِذَا فَسَدَ اللِّسَانُ) بِالسَّبِّ مَثَلًا (بَكَتْ عَلَيْهِ النُّفُوسُ) أَيْ الْأَشْخَاصُ مِنْ بَنِي آدَمَ (وَإِذَا فَسَدَ الْقَلْبُ) بِالرِّيَاءِ مَثَلًا (بَكَتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ) قِيلَ: الْحِكْمَةُ فِى أَنَّ اللِّسَانَ وَاحِدٌ تَنْبِيهٌ لِلْعَبْدِ فِي أَنَّهُ لَا يَنْبَغِى أَنْ يَتَكَلَّمَ إِلَّا فِيمَا يُهِمُّهُ وَفِى خَيْرٍ. وَقِيلَ: لِأَنَّ اللِّسَانَ الذَّاكِرَ بِكُلِّ لُغَاتٍ كَانَ ذِكْرُهُ لِلْمَذْكُورِ الْوَاحِدِ وَهُوَ اللَّهُ تَعَالَى، وَكَذَلِكَ الْقَلْبُ بِخِلَافِ نَحْوِ الْعَيْنِ وَالْأُذُنِ فَإِنَّهُ يَتَعَدَّدُ، قِيلَ: لِأَنَّ الْحَاجَةَ إِلَى السَّمْعِ وَالْبَصَرِ أَكْثَرُ مِنَ الْحَاجَةِ إِلَى الْكَلَامِ اهَ. وَإِنَّمَا شَبَّهَ الْقَلْبَ بِالْبَحْرِ لِشِدَّةِ عُمْقِهِ وَاتِّسَاعِهِ اهِ.
Maqolah yang ke lima belas (Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu Anhu mengenai firman Allah Ta'ala : "Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan" Abu Bakar berkata) Maksudnya Abu Bakar dalam menafsirkan firman itu (Daratan adalah lisan dan lautan adalah hati maka ketika rusak lisan) Sebab mencaci umpamanya (Maka pasti menangis atas lisan yang rusak itu manusia) Maksudnya tiap individu dari anak Adam (Maka ketika rusak hati) Sebab riya umpamanya (Maka pasti menangis atas hati yang rusak itu malaikat) Dikatakan : Hikmah mengenai sesungguhnya lisan itu satu yaitu sebagai peringatan bagi seorang hamba sesungguhnya tidak penting berbicara kecuali dalam perkara yang menjadi penting untuknya dan dalam kebaikan. Dikatakan : Karena sesungguhnya lisan yang bertutur kata dengan setiap bahasa ada ucapan dari lisan itu untuk disebutkan dzat yang hanya satu dia adalah Allah, begitu juga hati. Berbeda semisal mata dan telinga karena sesungguhnya mata dan telinga berjumla dua. Dikatakan : karena sesungguhnya kebutuhan untuk mendengar dan melihat itu lebih besar daripada kebutuhan untuk berbicara. Sesungguhnya Abu Bakar hanya menyerupakan hati dengan lautan karena dalamnya hati dan karena luasnya hati.
Ingin Berbagi Kebaikan?
Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.
Lihat Program Donasi