Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Bab 1 Maqolah 1 - Ayobuatbaik
App Icon

Ayobuatbaik App

Nikmati pengalaman lebih cepat & lancar.

Kembali ke Bab 1
BAB 1 MAQOLAH 1

Terjemah Kitab Nashaihul Ibad Pendahuluan

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِى جَعَلَ الْعِلْمَ أَرْفَعَ الصِّفَاتِ الْكَمَالِيَّةِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الَّذِى خَصَّ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادِهِ بِالْمَآثِرِ الْحِكَمِيَّةِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِى خَصَّهُ اللّٰهُ تَعَالَى بِجَمِيْعِ كَمَالَاتِ الْعُبُوْدِيَّةِ

Segala puji adalah milik Allah yang telah menganugrahkan ilmu dengan sifat yang paling tinggi dan sempurna. Aku bersaksi bahwa tidak ada Dzat yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah telah mengistimewakan orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dengan menguasai riwayat yang bersifat hikmah. Aku juga bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad saw. adalah hamba dan utusan-Nya yang mana Allah telah mengistimewakan Nabi Muhammad ﷺ dengan semua kesempurnaan hamba.

وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِى مَلَأَ اللّٰهُ تَعَالَى قَلْبَهُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ جَلَالِهِ الْأَعْلَى جَلَّ وَعَلَا وَعَيَّنَهُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ جَمَالِهِ الْأَسْنَى فَصَارَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَسْرُوْرًا مَنْصُوْرًا وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالسَّالِكِيْنَ عَلَى نَهْجِهِ فَنَالُوْا خَيْرًا وَافِرًا.

Semoga Allah melimpahkan lebih banyak rahmat kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, yang Allah Ta’ala telah memenuhui ke dalam hatinya dengan sebagian keagungan Allah yang Maha Tinggi, Maha Agung, dan Maha Luhur. Dan Allah telah mengistimewakan Nabi Muhammad ﷺ dari sebagian keindahan Allah yang sangat luhur, sehingga jadilah Nabi Shollallahu alaihi wasallama seseorang yang disenangi dan selalu mendapatkan pertolongan. Semoga terlimpah juga sholawat dan salam kepada keluarganya dan para sahabatnya dan semua orang yang menempuh pada jalannnya sehingga mereka mendapatkan kebaikan yang banyak.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَقُوْلُ الْمُرْتَجِى غُفْرَ الْمَسَاوِى مُحَمَّدٌ نَوَوِى بْنُ عُمَرُ الْجَاوِيُّ : هٰذَا شَرْحٌ وَضَعْتُهُ عَلَى الْكِتَابِ الْمُشْتَمِلِ عَلَى الْمَوَاعِظِ لِلْعَلَّامَةِ الْحَافِظِ الشَّيْخِ شِهَابِ الدِّيْنِ أَحْمَدَ بْنِ عَلِيِّ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الشَّافِعِيِّ الشَّهِيْرِ بِابْنِ حَجَرٍ الْعَسْقَلَانِيِّ ثُمَّ الْمِصْرِيِّ تَغَمَّدَهُ اللّٰهُ تَعَالَى بِرَحْمَتِهِ آمِيْنَ وَسَمَّيَتُهُ : نَصَائِحَ الْعِبَادِ فِى بَيَانِ أَلْفَاظٍ مُنَبِّهَاتٍ عَلَى الْإِسْتِعْدَادِ لِيَوْمِ الْمَعَادِ وَأَسْأَلُ اللّٰهَ الْكَرِيْمَ أَنْ يَنْفَعَ بِهِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأَنْ يَجْعَلَهُ ذَخِيْرَةً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ آمِيْنَ.

Setelah mengucapkan basmallah, tahmid, dan shalawat, Kemudian berkata orang yang senantiasa mengharap diampuninya dosa dosa yakni Muhammad Nawawi bin Umar, seorang penduduk Jawa asal Banten : Kitab ini adalah penjelasan yang saya karang untuk mensyarahi sebuah kitab yang berisi nasehat nasehat milik seorang alim yang hafal ribuan hadits syekh Syihabuddin Ahmad bin Ahmad As Syafi’i yang terkenal dengan nama Ibnu Hajar Al Asqalany kemudian Al Mishri, Semoga Allah Ta’ala memenuhinya dengan rahmat-Nya Aamiin. Aku beri nama kitab ini: Nashaihul Ibad, dalam menerangkan lafadz-lafadz yang mengingatkan supaya bersiap-siap untuk menghadapi hari akhirat. Dan saya memohon kepada Allah yang Maha Pemurah, agar Allah memberi kemanfaatan melalui kitab ini kepada umat Muslim dan semoga Allah menjadikannya sebagai tabungan pahala sampai hari kiamat. Amin.

(بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ) وَتُسَنُّ عِنْدَ ابْتِدَاءِ كُلِّ أُمُورٍ غَيْرِ مُحَقَّرَاتٍ، فَإِنْ تَرَكَهَا فِي أَوَّلِهَا أَتَى بِهَا فِي أَثْنَائِهَا بِقَوْلِهِ “بِسْمِ اللّٰهِ فِى أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ”.

(Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang) Disunnahkan membaca lafadz basmalah ketika mengawali setiap perkara yang bukan remeh atau hina, maka jika seseorang meninggalkan basmalah di awal perkara hendaklah ia membaca basmalah di tenga-tengah perkara tersebut dengan mengucapkan “بِسْمِ اللّٰهِ فِى أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ”.

(الْحَمْدُ لِلّٰهِ فِي كُلِّ حِيْنٍ) أَيْ زَمَانٍ قَلَّ أَوْكَثُرَ (وَأَوْقَاتٍ) وَهِيَ أَزْمِنَةٌ مَحْدُوْدَةٌ، وَهِيَ مِنْ عَطْفِ خَاصٍّ عَلَى عَامٍّ.

(Segala puji adalah milik Allah di setiap waktu) Maksudnya di setiap zaman sedikit atau banyak (Dan di banyak waktu) Makna pada lafadz أَوْقَاتٍ adalah zaman zaman yang dibatasi, lafadz أَوْقَاتٍ diathofkan pada lafadz فِى كُلِّ حِيْنٍ termasuk kategori mengathofkan lafadz yang khusus kepada lafadz yang umum.

(وَالصَّلَاةُ) أَيْ الْعَطْفُ مِنَ اللّٰهِ وَمِنْ غَيْرِهِ (عَلَى رَسُولِهِ) إلَى كَافَّةِ الْخَلْقِ (أَشْرَفِ الْخَلْقِ) وَهُوَ كُلُّ مَا أَوْجَدَهُ اللَّهُ تَعَالَى عَلَى تَقْدِيرٍ أَوْجَبَتْهُ الْحِكْمَةُ (وَالْبَرَيَّاتِ) أَيْ الْمَخْلُوقَاتِ مُطْلَقًا أَوِ الَّتِي فِي الْأَرْضِ، فَهِيَ مِنْ عَطْفِ الْمُرَادِفِ أَوْ مِنْ عَطْفِ الْخَاصِّ عَلَى الْعَامِّ، فَسَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الْخَلْقِ اللّٰهِ كُلِّهِمْ.

(Semoga bertambahnya rahmat) Maksudnya kasih sayang dari Allah dan dari selain Allah (Terlimpah kepada Rasulullah) yang diutus kepada seluruh makhluk (Paling mulianya makhluk) Makhluk adalah segala sesuatu yang Allah wujudkan sesuai dengan ukuran ukuran tertentu yang mengharuskan ketentuan itu bijaksananya Allah (Dan paling mulianya ciptaan Allah) Maksudnya makhluk secara mutlak atau maknanya البريات adalah makhluk yang berada di atas bumi, lafadz البريات diathofkan pada lafadz الخلق itu termasuk mengathofkan dua lafadz yang maknanya sama atau athofnya lafadz اَلْبَرِيَّات kepada lafadz اَلْخَلْقِ itu termasuk dari mengathofkan lafadz yang khusus kepada lafadz sebelumnya yang lebih umum, Jadi Sayyidina Muhammad ﷺ adalah Paling utamanya ciptaan Allah dari seluruh makhluk.

(هَذِهِ) أَيْ الْمُسْتَحْضَرَةُ فِى الذِّهْنِ (مُنَبِّهَاتٌ عَلَى الْإِسْتِعْدَادِ لِيَوْمِ الْمَعَادِ) أَيْ عَلَى التَّأَهُّبِ لِأَجْلِ وَقْتِ الرُّجُوعِ إِلَى اللهِ تَعَالَى (فَإِنَّ مِنْهَا) أَيْ الْمُنَبِّهَاتِ (مَا يَكُونُ مَثْنَى) أَيْ زَوْجَيْنِ زَوْجَيْنِ (وَمِنْهَا مَا يَكُونُ ثُلَاثِيًا، إِلَى تَمَامِ الْعَشْرَةِ) وَجُمْلَةُ الْمَقَالَاتِ مِائَتَانِ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ الْأَخْبَارُ خَمْسَةٌ وَأَرْبَعُونَ، وَالْبَوَاقِي آثَارٌ، وَأَنَا الْآنَ أُرِيدُ التَّبَرُّكَ بِإِتْيَانِ حَدِيثَيْنِ شَرِيْفَيْنِ جَلِيلَيْنِ:

(Ini) Kitab yang hadir dalam fikiran ini (Adalah hal-hal yang mengingatkan supaya bersiap siap untuk menghadapi hari akhirat) Maksudnya bersiap siap karna waktu kepulangan menghadap Allah Ta’ala **(Sungguh ada di antaranya) **hal-hal yang mengingatkan kematian ini (Nasehat-nasehat yang dua dua) Maksudnya dua pasang nasehat dua pasang nasehat (Ada di antaranya yang isinya tiga tiga sampai genap sepuluh) Jumlah maqolah ada 214 yang terdiri dari 45 hadits dan sisanya riwayat dari sahabat dan tabi’in. Saya sekarang ingin mendapatkan keberkahan dengan menuturkan dua hadits yang mulya, dan agung.

Ingin Berbagi Kebaikan?

Dukung program-program sosial dan dakwah kami. Setiap donasi adalah investasi akhirat.

Lihat Program Donasi

Bagikan Kebaikan